Select Page

Saat mendapati sang buah hati mengalami kesulitan saat makan karena pilih-pilih makanan tertentu atau yang lainnya. Terlebih usianya masih balita yang memerlukan asupan nutrisi yang lengkap, maka bagi orang tua tentunya harus bisa mencari cara lain yang dapat dilakukan sebagai cara menangani anak susah makan. Jangan sampai sulitnya makan untuk anak terus dibiarkan karena bisa berpengaruh besar akan kesehatan dan tumbuh kembangnya yang optimal.

Sebagai cara yang dapat dilakukan untuk menanganinya maka ada banyak cara yang dapat dilakukan seperti dengan memberikan makanan yang semua anak balita menyukainya yaitu dengan madu anak yang memiliki rasa manis dan pastinya disukai anak. Untuk memberikan madu sebagai pilihan yang tepat dapat dilakukan dengan madu terbaik dari Provitamon yang memiliki kandungan madu terbaik.

Pilihan memberikan madu terbaik dengan Provitamon membuat anak tumbuh dengan sehat dan kuat, dan masalah sulit makan bisa dihadapi dengan mudah. Apalagi dengan mengkonsumsi Provitamon juga bisa memberikan manfaat untuk anak yang lebih sehat dan pintar. Sehingga dengan Provitamon bisa menjadi madu anak pintar pilihan setiap orang tua bagi anaknya yang sulit makan sekaligus memberikan manfaat lainnya.

Selain hal tersebut diatas, cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan 10 tips berikut yang bermanfaat untuk menangani anak balita yang susah makan dengan cara yang mudah.

  1. Ketahui waktu sikecil lapar. Karena masih balita orang tua terkadang orang tua kurang mengetahui bahwa anaknya sedang lapar atau tidak, terlebih bagi anak yang suka bermain. Untuk itu pastikan anda mengetahui saat anak sedang lapar sehingga bisa lebih mudah memberikannya makan.
  2. Masak bersama anak. Melatih anak dalam menciptakan kreativitas yang berbeda sekaligus juga membuatnya semangat untuk makan bisa dilakukan dengan melakukan makan bersama. Untuk masak bersama bisa dilakukan dengan membuat bersama masakan yang ia sukai atau yang lainnya.
  3. Ajak anak makan bersama. Mengajak anak makan bersama walaupun masih balita bisa membuat komunikasi yang lebih erat, selain itu membuat anak akan lebih tertarik untuk makan karena ia memperhatikan akan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Dalam makan bersama ini anda bisa menghadirkan makanan dari sayuran atau buah-buahan.
  4. Buat menu yang menarik. Membuat anak balita anda menyukai akan makanan yang dihidangkan bisa disiasati juga dengan menghadirkan menu-menu yang menarik untuk dikonsumsi. Misalnya membuat sayuran dengan bentuk hewan atau yang lainnya, dengan begitu anak akan menyukainya.
  5. Jangan terlalu sering memberikan air minum. Perut anak anda yang terlalu sering minum bisa membuatnya cepat kenyang. Dari itu dalam memberikannya sebaiknya dibatasi jangan terlalu sering sehingga makanan lainnya bisa masuk ke tubuh anak atau jangan terlalu memberikan minum yang banyak saat anak akan makan.
  6. Lakukan tanpa mengenal lelah. Dalam tahap perkembangan anak saat usianya masih balita terkadang membuatnya lebih senang bermain dan membuatnya lupa untuk makan. Jadi sebagai orang tua harus tanpa lelah dalam memberikan atau mengajak anaknya untuk makan.
  7. Lakukan secara rutin. Membuat rutinitas dengan waktu makan anak bisa menjadikan ia terbiasa untuk makan pada waktunya. Menciptakan rutinitas untuk makan anak bisa dilakukan dengan menagatur waktunya, selain itu dalam pemberian makanannya dapat dipilih berbagai makanan yang menu yang berbeda.
  8. Lakukan secara sabar. Melatih kerutinan anak dalam makan harao dilakukan secara sabar karena masa anak-anak merupakan masa yang membuat dia memilih makanan tertentu yang ingin ia konsumsi, sehingga lakukan secara sabar dan pelan-pelan.
  9. Sebaiknya dihindari pemberian makanan dengan porsi yang berlebih. Memberikan makanan yang berlebih untuk sikecil yang perutnya masih kecil tentunya akan berlebihan. Anda bisa memberikan anak dengan makanan yang cukup dalam porsinya, sehingga ia bisa makan sesuai dengan yang diinginkannya.
  10. Berikan porsi makanan sedikit demi sedikit. Untuk memberikan makanan dengan porsi yang sedikit demi sedikit bisa membuatnya mencukupi kebutuhan makannya. Selain itu anak tetap bisa makan yang cukup dan kebutuhannya tetap terpenuhi dengan baik.